Jumat, 12 April 2013

KONSEP MANUSIA BERDASARKAN ALIRAN PSIKOANALISIS, BEHAVIORISTIK DAN HUMANISTIK


1.      Psikoanalisis
Salah satunya tokoh psikoanalisis adalah Sigmund Freud. Nama asli Freud adalah Sigismund Scholomo. Ada beberapa poin penting yang menjadi inti pembahasan dari teori ini, dan poin penting itu adalah: kesadaran (consciousness) dan ketidaksadaran (unconsciousness), struktur kepribadian, kecemasan (anxiety), mekanisme pertahanan diri (defence mechanism), tahap perkembangan psikoseksual (psychosexual stage).
a.       Kesadaran (Consciousness) dan Ketidaksadaran (Unconsciousness)
Sigmund freud berpendapat bahwa kehidupan psikis terdiri dari: kesadaran (consciousness) dan ketidaksadaran (unconsciousness). Kesadaran dapat di ibaratkan sebagai permukaan gunung es yang nampak. Jadi, kesadaran itu merupakan bagian kecil dari kepribadian. Sedangkan, ketidaksadaran yang merupakan bagian kecil dari gunung es dibawah permukaan air mengandung insting-insting yang mendorong perilaku manusia.

b.      Struktur Kepribadian
Sigmund freud mempunyai pandangan bahwa kepribadian terdiri dari Id, Ego dan Superego.
  • Id adalah berisi energi psikis, yang hanya memikirkan kesenangan semata. Id merupakan bagian primitif dari kepribadian, Id mengandung insting seksual dan insting agresif. Id membutuhkan satisfaction dengan segera tanpa memperhatikan realitas yang ada, sehingga oleh Freud disebut prinsip kenikmatan (pleasure principle).
  •  Ego adalah bagian id yang terorganisasi yang hadir untuk memajukan tujuan-tujuan id dan bukan untuk mengecewakannya. Ego timbul karena kebutuhan-kebutuhan organisme memerlukan transaksi-transaksi yang sesuai dengan dunia kenyataan. Ego disebut juga dengan prinsip realitas (reality principle).
  •  Superego adalah berisi kaidah moral dan nilai-nilai sosial yang diserap individu dari lingkungannya. Superego merupakan prinsip moral (morality principle).
c.       Kecemasan (Anxiety)
Menurut Freud kecemasan terbagi menjadi tiga macam, yaitu:
  • Kecemasan objektif merupakan kecemasan yang timbul dari ketakutan terhadap bahaya nyata.
  • Kecemasan neurotik merupakan kecemasan atau merasa takut akan mendapatkan hukuman atas keinginan yang impulsif.
  •  Kecemasan moral merupakan kecemasan yang berkaitan dengan moral. Seseorang merasa cemas karena melanggar norma-norma moral, inilah yang disebut kecemasan moral.
d.      Mekanisme pertahanan diri (Defence Mechanism)
Mekanisme pertahan diri ini bertujuan untuk menyalurkan dorongan-dorongan primitif yang tidak dapat dibenarkan oleh superego dan ego. Mekanisme pertahanan ini berfungsi untuk melindungi superego dan ego dari ancaman dorongan primitif yang mendesak terus karena tidak di ijinkan muncul oleh superego.
Sembilan mekanisme pertahanan yang dikemukakan oleh Freud adalah:
  • Represi, Represi adalah mekanisme pertahanan diri dimana ada sebuah peristiwa yang tidak menyenangkan atau mengganggu akan direpres ke alam bawah sadar.
  • Pembentukan reaksi (Reaction Formation),Pembentukan reaksi adalah menukar suatu impuls atau perasaan yang menimbulkan kecemasan dengan melawannya kesadaran.
  •  Proyeksi (Projection),Proyeksi adalah pelampiasan keluar dari perasaan atau kebutuhan yang tidak disadari sebagai usaha mempertahankan diri, karena ego yang tidak bisa menerima perasaan tersebut.
  •  Penempatan yang keliru (Displacement),Penempatan yang keliru adalah pelampiasan kesalahan kepada pihak ketiga, karena hambatan dari superego.
  •  Rasionalisasi (Rationalisation),Rasionalisasi adalah dorongan-dorongan yang sebenarnya dilarang oleh superego, dicarikan dasar rationalnya sedemikian rupa sehingga seolah-olah dapat dibenarkan.
  • Supresi (Supression),Supresi adalah upaya menekan sesuatu yang dianggap membahayakan atau bertentangan dnegan superego kedalam ketidaksadarannya.
  • Sublimasi (Sublimation), Sublimasi adalah dorongan-dorongan yang tidak dibenarkan oleh superego di alihkan ke dalam bentuk perilaku yang lebih sesuai dengan norma-norma masyarakat. 
  •  Kompensasi (Compensation)
  •  Regresi (Regression),Regresi adalah berbalik kembali kepada perilaku yang dulu pernah mereka alami atau mengalami proses kemunduran.
e.       Tahap perkembangan psikoseksual (Psychosexual Stage)
Menurut Freud, tingkatan perkembangan psikoseksual ada senbilan yaitu:
  • Tahap oral, kenikmatan diperoleh dari mulut. Jika tidak dipenuhi akan mengakibatkan kecemasan dan frustasi. Kegiatan bayi berpusat disekitar mulut (menghisap, menggigit dan mengunyah) dan merupakan pembentukan attachment dengan ibu.
  • Tahap anal,kenikmatan berpusat didaerah anal. Toilet training dimulai pada tahap ini. Jika prosesnya terlalu keras atau disiplin maka akan menyebabkan kecemasan sehingga anak bisa konstipasi, jorok, tidak bertanggungjawab dan jika sudah dewasa dapat termanifestasi menjadi keras kepala, kikir, obsesif.
  • Tahap phalic, usia 6-7tahun kenikmatan terpusat didaerah genital.
  • Tahap latent, usia 7 sampai menginjak masa remaja awal. Seolah-olah tidak ada aktivitas seksual. Karena itu masa ini disebut fase latent (tersembunyi).
  • Tahap genital, dimulai sejak masa remaja. Segala kepuasan seks terutama berpusat pada alat kelamin.
2.      Behavioristik
Manusia pada dasarnya dilahirkan netral, bak “tabula rasa” atau kertas putih. Lingkunganlah yang akan menentukan arah perkembangan tingkah laku manusia lewat proses belajar. Artinya, perkembangan manusia bisa dikendalikan ke arah tertentu sebagaimana ditentukan oleh pihak luar (lingkungan) dengan kiat-kiat rekayasa yang bersifat impersonal dan direktif.
Aliran ini memandang manusia sebagai mesin (homo mechanicus) yang dapat dikendalikan perilakunya melalui suatu pelaziman (conditioning). Sikap yang diinginkan dilatih terus-menerus sehingga menimbulkan maladaptive behaviour atau perilaku menyimpang.
Salah satu contoh adalah ketika Pavlov melakukan eksperimen terhadap seekor anjing. Di depan anjing eksperimennya yang lapar, Pavlov menyalakan lampu. Anjing tersebut tidak mengeluarkan air liurnya. Kemudian sepotong daging ditaruh dihadapannya dan anjing tersebut terbit air liurnya. Selanjutnya begitu terus setiap kali lampu dinyalakan maka daging disajikan. Begitu hingga beberapa kali percobaan, sehingga setiap kali lampu dinyalakan maka anjing tersebut keluar air liurnya meski daging tidak disajikan. Dalam hal ini air liur anjing menjadi conditioned response dan cahaya lampu menjadi conditioned stimulus.

3. Humanistik
Manusia pada dasarnya dilahirkan baik. Tingkah laku manusia dengan sadar, bebas dan bertanggung jawab dibimbing oleh daya-daya positif yang berasal dari dalam dirinya sendiri ke arah pemekaran seluruh potensi manusiawinya secara penuh. Agar berkembang ke arah yang positif, manusia tidak pertama-tama membutuhkan pengarahan melainkan sekedar suasana dan pendampingan personal serba penuh penerimaan dan penghargaan demi mekarnya potensi positif yang melekat dalam dirinya.
Aliran ini muncul akibat reaksi atas aliran behaviourisme dan psikoanalisis. Kedua aliran ini dianggap merendahkan manusia menjadi sekelas mesin atau makhluk yang rendah. Aliran ini biasa disebut mazhab ketiga setelah Psikoanalisa dan Behaviorisme.
Abraham Maslow (1908-1970) dapat dipandang bapak dari psikologi humanistik. Gerakan ini merasa tidak puas terhadap psikologi behavoristik dan psikoanalisi. Maslow pun memfokuskan penelitiannya pada manusia dengan cirri-ciri eksistensinya.
Psikologi humanistik mulai di Amerika Serikat pada tahun 1950 dan terus berkembang. Tokoh-tokoh psikologi humanistik memandang behaviorime mendehumanisasi manusia. Psikologi humanistik mengarahklan perhatiannya pada humanisasi psikologi yang menekankan keunikan manusia. Menurut psikologi humanistik manusia adalah makhluk yang kreatif, yang dikendalikan oleh nilai-nilai dan pilihan-pilihannya sendiri bukan oleh kekuatan-kekuatan ketidaksadaran.
Salah satu bagian dari humanistik adalah logoterapi. Logoterapi adalah sebuah corak pandangan psikologi yang sering di kelompokkan ke dalam psikologi humanistik. Psikologi humanistik menemukan adanya dimensi raga (somatis) dan dimensi kejiwaan (psikis) yaitu dimensi neotic. Pandangan ini berprinsip:
  •  Hidup memiliki makna, bahkan dalam situasi yang paling menyedihkan sekalipun.
  •  Tujuan hidup kita yang utama adalah mencari makna dari kehidupan kita itu sendiri.
  •   Kita memiliki kebebasan untuk memaknai apa yang kita lakukan dan apa yang kita alami bahkan dalam menghadapi kesengsaraan sekalipun.

Sumber:
  •   Basuki Heru, A. M. Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma
  •  Hall, Calvin S dan Lindzey Gardner. (1993). Teori-Teori Psikodinamik (Klinis). Yogyakarta: Kanisius
  • Bastaman, H. D. (2007). Logoterapi, psikologi untuk menemukan makna hidup dan meraih hidup bermakna. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada

Minggu, 10 Maret 2013

Definisi Sehat




Sehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebasa dari penyakit akan tetapi juga meliputi aspek fisik, emosi, sosial dan spiritual. Banyak orang berpikir bahwa sehat adalah tidak sakit, maksudnya apabila tidak ada gejala penyakit yang terasa berarti apabila tubuh kita sehat. Padahal pendapat itu kuramg tepat. ada kalanya penyakit baru terasa setelah cukup parah, seperti kanker yang baru diketahui setelah stadium 4. Apakah berati sebelumnya penyakit kanker itu tidak ada? tentu saja ada, tetapi tidak terasa. Berarti tidak adanya gejala penyakit bukan berarti sehat. sesungguhnya sehat adalah suatu kondisi keseimbangan, dimana seluruh sistem organ tubuh kita bekerja dengan selaras. Faktor-faktor yang mempengaruhi keselarasan tersebut berlangsung seterusnya adalah:
1.      Nutrisi yang lengkap dan seimbang
2.      Istirahat yang cukup
3.      Olahraga  yangteratur
4.      Kondisi mental, sosial dan rohani yang seimbang
5.      Lingkungan yang bersih
Selanjutnya, ada empat komponen penting yang merupakan satu kesatuan dalam definisi sehat. Satu dan yang lainnya tidak dapat dipisahkan.
1. Sehat Jasmani
Sehat jasmani merupakan komponen penting dalam arti sehat seutuhnya, berupa sosok manusia yang berpenampilan kulit bersih, mata bersinar, massa otot bagus, nafas tidak bau, nafsu makan baik, tidur nyenyak, gesit dan seluruh fungsi fisiologi tubuh berjalan normal.
2. Sehat Mental
Mental sehat berarti dapat bergaul dengan baik. Dapat menerima kritik serta tidak mudah tersinggung dan marah. Mempunyai rasa pengertian dan toleransi terhadap kebutuhan serta emosi orang lain.
Mental sehat berarti dapat mengontrol diri sendiri. Tidak mudah emosi serta tidak mudah takut tanpa alasan, benci atau cemburu serta dapat menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan bijak dan hati-hati.
3. Kesejahteraan Sosial
Batasan kesejahteraan sosial yang ada di setiap tempat atau negara atau daerah sulit diukur dan sangat tergantung pada kultur, kebudayaan dan tingkat kemakmuran masyarakat setempat. Dalam arti yang lebih jauh, kesejahteraan sosial adalah suasana kehidupan berupa perasaan aman, damai terpenuhi atau cukup pangan, sandang dan papan. Dalam kehidupan masyarakat yang sejahtera, masyarakat hidup tertib dan selalu menghargai kepentingan orang lain serta masyarakat umum.
4. Sehat Spiritual
Spiritual di sini tidak diartikan sebagai sesuatu yang berbau agama. Sehat spiritual ditandai dengan kemampuan seseorang untuk bersikap fleksibel dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, memiliki tingkat kesadaran yang tinggi, mampu menghadapi penderitaan dan rasa sakit, mampu mengambil pelajaran yang berharga dari suatu kegagalan, mampu mewujudkan hidup sesuai dengan visi dan misi, mampu melihat keterkaitan antara berbagai hal, mandiri, serta pada akhirnya membuat seseorang mengerti akan makna hidupnya.

Sumber:
http://kesehatan.maxsnews.com/2012/09/definisi-sehat/

Senin, 26 November 2012

Dampak Positif dan Negatif dari Tes Psikologi Online

Sebelumnya saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa itu tes psikologi online. Tes psikologi online adalah sebuah tes yang bertujuan untuk mengukur fungsi kognitif juga emosi seseorang dan untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam berpikir sesuai nalar melalui internet.
Tes psikologi online sendiri memiliki banyak macamnya, dibawah ini ada beberapa contohnya:
1. Tes Tipe Kepribadian

saya mendapatkan ini dari situs www.pribadiku.com . Situs ini membantu kita untuk lebih mengetahui atau mengenali tipe kepribadian yang mempengaruhi gaya belajar, gaya berkomunikasi, pengambilan keputusan dan gaya kerja seseorang.
2. Tes Kepribadin MBTI
Apa itu MBTI? sekilas tentang Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) adalah instrumen yang mengukur beberapa aspek kecerdasan individu dan kepribadian anda. Instrumen ini merupakan instrumen yang paling banyak digunakan.
Tes ini merupakan analisis menyeluruh dari kepribadian anda. anda akan jauh lebih memahami siapa diri anda, mengetahui formula, kekuatan, relationships dan juga pilihan karir yang sesuai dengan pribadi anda.
Tes ini bersifat gratis atau tanpa dipungut biaya. jalankan tes sesuai dengan diri anda, bukan berdasarkan kondisi emosi sesaat.
saya mendapatkan ini dari http://www.psikologizone.com/tes-kepribadian-mbti . Jika anda ingin mencoba silahkan klik link yang saya sediakan.

Dampak positif dan negatif dari tes psikologi online
1. Positif:
    a. Dapat dilakukan dirumah bahkan dimana saja kapan saja dengan menggunakan internet
    b. Bisa mencoba-coba beberapa kali tes
    c. Dapat menghemat waktu, krena hasil tesnya langsung bisa kita ketahui
2. Negatif:
    a. Kerahasiaan alat tes semakin terancam
    b. Program tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor
    c. Alat tes psikologi yang dibuat simulasinya hanyalah berdasarkan indikasi-indikasi yang sudah ditetapkan sesuai apa yang sudah diprogramkan tanpa melihat aspek-aspek seperti observassi, wawancara dan hal-hal lain yang mendukung data tersebut menjadi valid.
Sumber:
http://www.soalpsikotes.com/tes-kejujuran.php  
 http://noviandriani123.blogspot.com/2012/11/tes-psikologi-online-dampak-positif.html

Minggu, 21 Oktober 2012

Psikologi dan Internet Dalam Lingkup Interpersonal



Menurut saya komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan antara saya dengan orang-orang lain diluar sana atau bisa dikatakan dengan pihak lain baik secara langsung maupun secara tidak langsung misalnya dengan menggunakan media.
Terdapat definisi lain tentang komunikasi interpersonal, yaitu suatu proses komunikasi yang bersetting pada objek-objek sosial untuk mengetahui pemaknaan suatu stimulus (dalam hal ini, seperti informasi atau pesan) (McDavid & Harari).
Fungsi komunikasi interpersonal, yaitu sebagai berikut:
1.      Untuk mendapatkan respon atau umpan balik. Hal ini sebagai salah satu tanda afektifitas proses komunikasi. Bayangkan saja bagaimana apabila tidak ada respon atau umpan balik saat anda berkomunikasi dengan orang lain.
2.      Untuk melakukan antisipasi setelah respon atau umpan balik.
3.      Untuk melakukan kontrol terhadap lingkungan soisal, yaitu kita dapat melakukan modifikasi perilaku orang lain dengan cara persuasi, misalnya dengan membuat iklan yang arahnya untuk mengajak atau mugkin membujuk orang lain.
Perilaku komunikasi interpersonal seperti internet addication disorder merupakan tingkat penggunaan internet secara patologis dan kompulsif yang muncul pada orang yang merasa bahwa dunia maya (virtual reality) pada layar komputernya lebih menarik daripada dunia nyata kehidupannya sehari-hari. Hal ini bisa dilihat pada perilaku komunikasi interpersonal para kaskuser. Megapa dikatakan demikian? Karena adanya keengganan pada diri mereka untuk ikut terlibat dalam komunikasi secara langsung (face to face) lalu timbul kecemasan yang disebabkan oleh adanya pemikiran tentang penilaian serta identifikasi fisik, sehingga mereka lebih memilih untuk berkomunikasi secara online. Adanya kemudahan untuk menyembunyikan identitas dan komunikator dapat lebih membuka dirinya untuk menceritakan sesatu yang bersifat pribadi atau bahkan mengandung resiko ketika berkomunikasi secara online karena mereka lebih merasa nyaman dan aman sehingga komunikasi dapat berjalan dengan lebih akrab dan terbuka.

Sumber:
http://www.psikologizone.com/definisi-komunikasi-interpersonal/06511922